PEMKOT MANADO

KELURAHAN WINANGUN SATU COMMUNITY

K E P I T I N G


Untuk membandingkan sifat kelompok orang Indonesia dengan kelompok orang di Negara lain seperti Australia, Jerman, Amerika, Belanda.

Dalam suatu kegiatan, seorang mengilustrasikannya dengan menggunakan “Kepiting”.

Dia mengumpulkan “Kepiting-Kepiting” dalam 5 wadah (ember) yang berasal dari 5 negara berbeda masing-masing :

1. Kepiting Indonesia (dalam wadah 1)

2. Kepiting Australia (dalam wadah 2)

3. Kepiting Jerman (dalam wadah 3)

4. Kepiting Amerika (dalam wadah 4

5. Kepiting Belanda (dalam wadah 5)

Semua “Kepiting” yang berasal dari 4 Negara, dimasukkannya ke dalam wadah dengan penutup rapat, hanya ada 1 wadah yang berisi “Kepiting” Indonesia yang tidak memakai tutup.

Saat ditanyakan : Mengapa 4 wadah berisi Kepiting di tutup rapat, namun 1 wadah yang berisi Kepiting Indonesia tidak memakai tutup ?

Jawabnya :

Kepiting-Kepiting dalam 4 wadah yang berasal dari Australia, Jerman, Amerika, dan Belanda kalau dibuka maka Kepiting-Kepiting tersebut akan berusaha dan berhasil keluar dari wadah. Karena saat Kepiting yang satu akan berusaha memanjat naik keatas Kepiting yang dibawahnya akan mendorong keatas, selanjutnya Kepiting yang telah berada di atas membantu menarik naik keatas Kepiting yang masih berada dibawahnya.

Berbeda dengan Kepiting Indonesia yang tak perlu memakai penutup. Karena Kepiting Indonesia tidak akan dapat keluar seperti Kepiting dalam 4 wadah bertutup rapat lainnya. Saat Kepiting Indonesia yang satu akan berusaha memanjat naik keatas untuk keluar dari wadah Kepiting-Kepiting yang dibawahnya akan menahannya / menariknya agar tidak dapat naik keatas.

Ilustrasi Kepiting-Kepiting di ibaratkan kelompok orang-orang di Negara Indonesia dan kelompok orang-orang di Negara-negara Australia, Jerman, Amerika dan Belanda

Seperti Kepiting-Kepiting Indonesia, Orang-orang Indonesia akan menarik jatuh kebawah orang lain yang terlihat sedikit saja menonjol atau berprestasi apalagi dianggap menjadi pesaing dalam karier, kedudukan, jabatan.

Contoh akibatnya sekarang, keterbelakangan Negara Indonesia dengan Negara lain yaitu salah satunya kualitas pendidikan Negara Malaysia di akui lebih maju dari Indonesia, padahal dahulunya orang Malaysia yang datang mengenyam pendidikan tinggi di Indonesia

Berbeda dengan orang-orang di Negara-negara lain seperti :

Negara Australia, telah banyak dan sekarang serta entah sampai waktu yang tidak diketahui nanti Negara Australia ini memberikan bantuan bea siswa peningkatan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia untuk pendidikan Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktoral (S3) termasuk bagi Indonesia,

Negara Jerman, Mantan Presiden Indonesia Pak. Habibie di daulat sebagai seorang ahli di Negeri Jerman, bahkan saat berakhir masa jabatannya sebagai Presiden Indonesia Ke-3 di Indonesia akibat reformasi di Indonesia Bapak Habibie memilih kembali berkarya dan mengisi hari-hari tuanya hingga berpisah dengan sang pendamping pujaan hatinya di Negeri Jerman,

Negara Amerika, Putra Menteng Indonesia Bapak Obama sekarang menjadi Orang Nomor 1 atau Presiden di Negara Amerika,

Negara Belanda, di perkirakan sekitar atau sejak Tahun 70an / 80an banyak putra-putri Indonesia terutama di Sulawesi Utara memperoleh bantuan bea siswa pendidikan dasar dan sekarang hingga pendidikan tinggi serta magang-magang termasuk magang wirausaha dan bantuan hibah lainnya.

Dengan susah payah / dengan tumpah darah para pahlawan Indonesia merebut kembali kemerdekaan Indonesia dari penjajahan selama ratusan tahun, namun tahun-tahun kemarin hingga sekarang satu persatu Timor – Timur , Sipadan – Ligitan, pulau-pulau kecil lainnya, budaya Indonesia di rebut Negara tetangga dan sekarang lagi memanasnya konflik dengan Malaysia.

Bayangkan bila sifat ‘Kepiting Indonesia’ , Pembodohan secara umum terus membudaya di Indonesia

Butuh berapa tahun Negara Indonesia akan memiliki kualitas SDM-nya sendiri yang handal agar tidak kalah  dengan negara lain ?

Sementara dibandingkan dengan Indonesia, Negara-negara tetangga dengan luas wilayah lebih kecil dari Indonesia (seperti Brunay Darusalam, Malaysia, Singapura bahkan Australia yang mengklaim pendidikan di Indonesia tertinggal 20 tahun) semakin maju dalam berbagai aspek, bahkan bisa memperhatikan SDM negara tetangganya.

Siapkah nanti kita dengan dampak keterbelakangan SDM dan / atau dengan bentuk penjajahan moderen lain lagi ?

 

SEKARANGLAH  SAATNYA

MEMILIKI  SIFAT-SIFAT  SEPERTI

KEPITING – KEPITING

AUSTRALIA, JERMAN, AMERIKA, BELANDA, DLL

 

Tidak Ada Salahnya Terlambat Daripada Tidak Sama Sekali

Roma 14:19
Sebab itu marilah kita mengejar
apa yang mendatangkan damai sejahtera
dan yang berguna untuk saling membangun

Kejadian 12:3

“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau,
dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau,
dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat .”

Artikle lain :

Nasib orang pintar

Inovator IPTEK

Habibie Sang Visioner

September 30, 2010 - Posted by | Artikle | , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: